Nama saya Lutfi
Muhammad Farhan, bisa di panggil Lutfi atau Farhan. Saya lahir di Jakarta, 28
Januari 2000. Saya anak pertama dari 2 bersaudara. Sebagai manusia, kita pasti
memiliki kepribadian yang kita bawa sejak lahir. Semua manusia pasti memiliki kepribadian
yang berbeda-beda. Kepribadian saya adalah menyukai programing terhadap
komputer. Saya mempelajari programing komputer melalui om saya yang sangat ahli
dalam ilmu komputer. Saya belajar dari bagaimana cara menyalakan komputer
hingga belajar tentang software-software komputer, dan hal itu sangat didukung
oleh kedua orang tua saya, sebab, dengan masa yang sudah canggih ini, kita
minimal harus mengetahui tentang elektronik, salah satunya komputer. Jadi dengan
begitu, orang tua saya mewajibkan saya menguasai komputer. kedua, saya lebih
suak mendengarkan orang lain berbicara, karena dengan begitu, saya bisa
mendapatkan informasi yang bagus yang belum kita ketahui. Terkadang, suka
iseng-iseng mendengarkan orang tua ngobrol. Ketiga, saya orangnya Alhamdulillah
gampang untuk bergaul, dengan siapa saja saya bisa bergaul. Kita boleh bergaul
dengan siapa saja, asalkan kita bisa ambil yang positifnya dan membuang yang
negatifnya.
Untuk idola, saya
sangat mengidolakan Natta Reza dan Wardah Maulina. Awal saaya mengidolakan
mereka karena prinsip nikah muda mereka. Banyak anak jaman sekarang memiliki
hubungan di luar pernikahan, seperti pacaran. Berbeda dengan mereka, mereka
pacaran setelah menikah. Mereka menginspirasi kita untuk tidak takut jiak ingin
menikah muda, sebab, niat kita menikah karena Allah. Selain itu, idola saya
adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka adalah ganda
putra Indonesia dalam bulu tangkis. Saya menyukai mereka selain prestasi mereka
yang bagus, mereka meliki tekad yang selalu ingin menang dan pantang menyerah
sampai akhir. Mereka memiliki fighting yang hebat sehingga membuat
lawan-lawannya gentar. Dengan sifat mereka yang seperti itu, saya merasa yakin,
kalau kita tidak menyerah, Insya Allah akan berhasil karena usaha takkan
mengkhianati hasil. Yang terakhir orang yang saya idolakan adalah ayah. saya
terinspirasi oleh ayah saya yang memiliki sejarah hidup yang hebat. Ayah saya
mengajarkan kepada saya bahwa kesuksesan itu tidak tergantung dengan berapapun
nilai yang diraih, tetapi seberapa besar kita berbakti dan menyayangi orang tua
kita. Ayah saya mengajarkan saya tidak hanya berdasarkan teori, melainkan ayah
saya yang mempraktekan nya sendiri persis didepan mata saya. Jadi saya bisa
langsung melihat perjuangan ayah saya yang benar-benar hingga menjadi sukses
Impian saya adalah
menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Saya juga ingin membuat orang tua
saya bahagia dan bangga melihat keberhasilan saya dan saya ingin meningkatkan
derajat orang tua saya. Selain itu, saya ingin menjadi orang yang berguna bagi
banyak orang dengan memberi manfaat kepada orang lain, sebab itu juga menjadi
sedekah saya.
Cita-cita saya adalah
ingin bekerja di BUMN. Saya ingin bekerja disana karena perusahaan BUMN adalah
milik Negara, dan orang tua saya sangat mendukung cita-cita saya tersebut.
Kenapa saya ingin di BUMN? Karena selain bergaji besar, mereka memiliki jangka pensiun
yang panjang dan hal itu yang harus saya pikirkan untuk di hari tua saya. Saya ingin
bekerja di BUMN juga karena saya ingin melebihi apa yang sudah di capai ayah
saya selama ini, dari segi pekerjaan, gaji, prestasi, dan lain-lain.
Harapan saya adalah
bisa lulus kuliah dengan IPK yang bagus agar bisa membuat orang tua saya
bangga. Selain ingin membuat orang tua saya bangga, dengan nilai IPK yang
tinggi, kita sudah mendapatkan satu langkah untuk mendapatkan pekerjaan. Karena
untuk mencari pekerjaan saat ini, di perlukan nilai IPK yang tinggi. Selain
lulus dengan nilai IPK yang bagus, saya ingin mendapatkan pekerjaan yang baik
dan halal, dengan menjadi PNS atau bekerja di BUMN.
Untuk mewujudkan
cita-cita saya, ada beberapa cara untuk mencapainya. Pertama, kita harus
menjalankan kewajiban yang Allah perintahkan, seperti sholat 5 waktu dan puasa
Ramadhan. Kedua, kita melaksanakan sunnah-sunnah Allah, seperti puasa senin
kamis, sholat sunnah. Ketiga, jika kita ingin sukses, maka bersedakahlah. Karena
dengan bersedekah, kita akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Allah
berfirman dalam surat Al-Hadid yang berbunyi:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ
وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang
bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah
pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka;
dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al
Hadid: 18)
Jadi dengan sedekah, kita tidak akan rugi sekalipun,
justru akan datang kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa, seperti cita-cita
kita bisa tercapai. Yang ke empat adalah berbakti kepada orang tua. Karena doa
orang tua, pasti akan di ijabah oleh Allah, terutama ibu. Jadi jangan
sekali-sekali kita menentang orang tua, dengan berkata “ah” saja tidak boleh. Karena
ridha Allah adalah ridha orang tua dan murka Allah adalah murka orang tua. Dalam
hadist yang di riwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi:
“Keridhaan
Allah seiring dengan/dalam keridhaan ibu bapak, dan kemurkaan-Nya seiring
dengan/dalam kemarahan ibu bapak.” (HR. Turmudzi).
Yang terakhir adalah usaha
dan doa. Setiap orang yang mau sukses hidupnya, mereka harus berusaha dan berdoa.
Karena dengan usaha tanpa doa atau sebaliknya, tidak akan menghasilkan apa-apa.
Usahanya yaitu :
11. Belajar
22. Bekerja keras
33.
Tekun
44.
Jujur
55.
Tidak menyerah dengan keadaan
Selain usaha, kita harus sertakan doa untuk
menyempurnakannya. Yaitu dengan cara:
11. surat
Al-Fatihah
22. Membaca
Melakukan doa disaat sujud terakhir
33. Doa
memohon untuk kesuksesan
Allahumma innii as aluka khairal mas alati wa khairad du'aai wa khairan
najaahi wa khairal 'amali wa khairats tsawaabi wa khairal hayaati wa khairal
mamaati tsabbitnii wa tsaqqil mawaaziinii wa haffif iimaanii warfa' darajaatii
wa taqabbal shalawaatii waghfir khathii atii wa as alukad darajaatil 'ulyaa fil
jannati.
44. Memperbanyak
dzikir
55. Membaca
doa diantara adzan dan iqomah
Jadi, kesimpulannya adalah jika kita ingin sukses,
berdoa lah kepada Allah. Allah cuma ingin kita meminta kepadanya, dan kita harus
sungguh-sungguh dalam berdoa jika ingin terkabul keinginan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar