Sabtu, 19 Januari 2019

Kepribadian Diri


Nama saya Lutfi Muhammad Farhan, bisa di panggil Lutfi atau Farhan. Saya lahir di Jakarta, 28 Januari 2000. Saya anak pertama dari 2 bersaudara. Sebagai manusia, kita pasti memiliki kepribadian yang kita bawa sejak lahir. Semua manusia pasti memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian saya adalah menyukai programing terhadap komputer. Saya mempelajari programing komputer melalui om saya yang sangat ahli dalam ilmu komputer. Saya belajar dari bagaimana cara menyalakan komputer hingga belajar tentang software-software komputer, dan hal itu sangat didukung oleh kedua orang tua saya, sebab, dengan masa yang sudah canggih ini, kita minimal harus mengetahui tentang elektronik, salah satunya komputer. Jadi dengan begitu, orang tua saya mewajibkan saya menguasai komputer. kedua, saya lebih suak mendengarkan orang lain berbicara, karena dengan begitu, saya bisa mendapatkan informasi yang bagus yang belum kita ketahui. Terkadang, suka iseng-iseng mendengarkan orang tua ngobrol. Ketiga, saya orangnya Alhamdulillah gampang untuk bergaul, dengan siapa saja saya bisa bergaul. Kita boleh bergaul dengan siapa saja, asalkan kita bisa ambil yang positifnya dan membuang yang negatifnya.

Untuk idola, saya sangat mengidolakan Natta Reza dan Wardah Maulina. Awal saaya mengidolakan mereka karena prinsip nikah muda mereka. Banyak anak jaman sekarang memiliki hubungan di luar pernikahan, seperti pacaran. Berbeda dengan mereka, mereka pacaran setelah menikah. Mereka menginspirasi kita untuk tidak takut jiak ingin menikah muda, sebab, niat kita menikah karena Allah. Selain itu, idola saya adalah Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Mereka adalah ganda putra Indonesia dalam bulu tangkis. Saya menyukai mereka selain prestasi mereka yang bagus, mereka meliki tekad yang selalu ingin menang dan pantang menyerah sampai akhir. Mereka memiliki fighting yang hebat sehingga membuat lawan-lawannya gentar. Dengan sifat mereka yang seperti itu, saya merasa yakin, kalau kita tidak menyerah, Insya Allah akan berhasil karena usaha takkan mengkhianati hasil. Yang terakhir orang yang saya idolakan adalah ayah. saya terinspirasi oleh ayah saya yang memiliki sejarah hidup yang hebat. Ayah saya mengajarkan kepada saya bahwa kesuksesan itu tidak tergantung dengan berapapun nilai yang diraih, tetapi seberapa besar kita berbakti dan menyayangi orang tua kita. Ayah saya mengajarkan saya tidak hanya berdasarkan teori, melainkan ayah saya yang mempraktekan nya sendiri persis didepan mata saya. Jadi saya bisa langsung melihat perjuangan ayah saya yang benar-benar hingga menjadi sukses

Impian saya adalah menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Saya juga ingin membuat orang tua saya bahagia dan bangga melihat keberhasilan saya dan saya ingin meningkatkan derajat orang tua saya. Selain itu, saya ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang dengan memberi manfaat kepada orang lain, sebab itu juga menjadi sedekah saya.

Cita-cita saya adalah ingin bekerja di BUMN. Saya ingin bekerja disana karena perusahaan BUMN adalah milik Negara, dan orang tua saya sangat mendukung cita-cita saya tersebut. Kenapa saya ingin di BUMN? Karena selain bergaji besar, mereka memiliki jangka pensiun yang panjang dan hal itu yang harus saya pikirkan untuk di hari tua saya. Saya ingin bekerja di BUMN juga karena saya ingin melebihi apa yang sudah di capai ayah saya selama ini, dari segi pekerjaan, gaji, prestasi, dan lain-lain.

Harapan saya adalah bisa lulus kuliah dengan IPK yang bagus agar bisa membuat orang tua saya bangga. Selain ingin membuat orang tua saya bangga, dengan nilai IPK yang tinggi, kita sudah mendapatkan satu langkah untuk mendapatkan pekerjaan. Karena untuk mencari pekerjaan saat ini, di perlukan nilai IPK yang tinggi. Selain lulus dengan nilai IPK yang bagus, saya ingin mendapatkan pekerjaan yang baik dan halal, dengan menjadi PNS atau bekerja di BUMN.

Untuk mewujudkan cita-cita saya, ada beberapa cara untuk mencapainya. Pertama, kita harus menjalankan kewajiban yang Allah perintahkan, seperti sholat 5 waktu dan puasa Ramadhan. Kedua, kita melaksanakan sunnah-sunnah Allah, seperti puasa senin kamis, sholat sunnah. Ketiga, jika kita ingin sukses, maka bersedakahlah. Karena dengan bersedekah, kita akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Allah berfirman dalam surat Al-Hadid yang berbunyi:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
Jadi dengan sedekah, kita tidak akan rugi sekalipun, justru akan datang kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa, seperti cita-cita kita bisa tercapai. Yang ke empat adalah berbakti kepada orang tua. Karena doa orang tua, pasti akan di ijabah oleh Allah, terutama ibu. Jadi jangan sekali-sekali kita menentang orang tua, dengan berkata “ah” saja tidak boleh. Karena ridha Allah adalah ridha orang tua dan murka Allah adalah murka orang tua. Dalam hadist yang di riwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi:
“Keridhaan Allah seiring dengan/dalam keridhaan ibu bapak, dan kemurkaan-Nya seiring dengan/dalam kemarahan ibu bapak.” (HR. Turmudzi).
Yang terakhir adalah usaha dan doa. Setiap orang yang mau sukses hidupnya, mereka harus berusaha dan berdoa. Karena dengan usaha tanpa doa atau sebaliknya, tidak akan menghasilkan apa-apa. Usahanya yaitu :
11.     Belajar
22.     Bekerja keras
33.     Tekun
44.     Jujur
55.     Tidak menyerah dengan keadaan
      Selain usaha, kita harus sertakan doa untuk menyempurnakannya. Yaitu dengan cara:
11.     surat Al-Fatihah
22.     Membaca Melakukan doa disaat sujud terakhir
33.     Doa memohon untuk kesuksesan

Allahumma innii as aluka khairal mas alati wa khairad du'aai wa khairan najaahi wa khairal 'amali wa khairats tsawaabi wa khairal hayaati wa khairal mamaati tsabbitnii wa tsaqqil mawaaziinii wa haffif iimaanii warfa' darajaatii wa taqabbal shalawaatii waghfir khathii atii wa as alukad darajaatil 'ulyaa fil jannati.

44.     Memperbanyak dzikir
55.     Membaca doa diantara adzan dan iqomah

       Jadi, kesimpulannya adalah jika kita ingin sukses, berdoa lah kepada Allah. Allah cuma ingin kita meminta kepadanya, dan kita harus sungguh-sungguh dalam berdoa jika ingin terkabul keinginan kita.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar